
VILENNEWS.ONLINE – MANADO, SULAWESI UTARA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar upacara memperingati Hari Merah Putih ke-80 pada hari Sabtu (14/2/2026) di Lapangan Koni Sario, Manado. Acara yang mengusung semangat perjuangan bangsa ini tidak hanya sekadar upacara tahunan, melainkan juga sebagai momentum untuk mengenang peristiwa heroik rakyat Sulut dalam melawan penjajah, baik sebelum maupun sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sebagaimana disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE dalam sambutannya, peristiwa Merah Putih menjadi bukti nyata jiwa juang, ketangguhan, dan semangat pertahanan rakyat Sulut. Setelah proklamasi, pada bulan September tahun yang sama, pasukan Belanda masih melakukan penyerangan di wilayah Manado, khususnya di Kelurahan Teling – yang kini memiliki nama jalan 14 Pebruari sebagai bentuk penghormatan. Para pejuang seperti pahlawan seperti Sersan Charli Taulu,Sersan SB Wuisan,BW Lapian,Babe Palar,kopral Runtukahu telah berjasa besar dengan menurunkan bendera penjajah, bahkan merobek bagian warna biru hingga tersisa warna merah putih yang kemudian dikibarkan. “Kemenangan ini sama dengan kemerdekaan kedua yang terjadi di tanah Celebes (Sulawesi), dan menjadi simbol kedaulatan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Gubernur. Upacara dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, antara lain Ketua Tim Penggerak PKK Sulut, Walikota Manado, para Bupati dan Wali Kota se-Sulawesi Utara, serta perwakilan TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi dan Kabupaten/Kota, mahasiswa, atlet, pelajar, keluarga pejuang Merah Putih, serta organisasi masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pada kesempatan tersebut, juga disampaikan pesan penting untuk seluruh warga negara Indonesia agar senantiasa mengedepankan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, pemuda, dan masyarakat dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menjaga persatuan serta kesatuan bangsa. Usai upacara resmi, digelar rangkaian acara hiburan dan edukatif berupa pertunjukan cabang olahraga beladiri militer, tarian tradisional dari berbagai suku di Sulawesi Utara, serta drama kolosal yang mengangkat peristiwa Merah Putih. Peringatan tahun ini juga diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperkuat ketahanan bangsa dalam berbagai bidang kehidupan.
#Suwarni
