Mei 19, 2026

HARU DAN BANGGA: Penamatan Siswa Sederhana Namun Bermakna di SMAN 8 Manado

MANADO Vilennews.online, – Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman dan aula SMA Negeri 8 Manado pada hari Selasa, 5 Mei 2026. Ribuan mata berkaca-kaca menyaksikan momen perpisahan yang tak terlupakan bagi para siswa kelas XII. Di bawah langit Manado yang cerah, perayaan kelulusan kali ini diusung dengan konsep yang berbeda namun sangat menyentuh: Kesederhanaan yang Sarat Makna.

Acara yang digelar di Aula sekolah ini menjadi saksi bisu perjalanan tiga tahun para siswa menuntut ilmu. Tidak ada kemewahan yang berlebihan, namun kehangatan kekeluargaan terasa begitu kental. Semua siswa tampil rapi dan anggun mengenakan seragam batik khas sekolah, menciptakan kesan harmonis dan penuh disiplin.

Momen Simbolis yang Penuh Emosi

Puncak acara terjadi saat prosesi penyerahan ijazah dilakukan secara simbolis. Dengan penuh kebanggaan, Kepala Sekolah, Ibu Meidy Ngantung, menyerahkan dokumen berharga tersebut kepada perwakilan siswa. Tangan yang saling bersentuhan itu bukan sekadar simbol serah terima dokumen, melainkan penyerahan tanggung jawab masa depan dari sekolah kepada generasi muda yang siap terbang menjemput cita-cita.

Berbeda dengan acara perpisahan pada umumnya, setelah sesi resmi di aula selesai, prosesi penyerahan ijazah dilanjutkan di dalam kelas masing-masing. Suasana berubah menjadi lebih intim dan personal, persis seperti momen penerimaan raport di akhir semester. Tawa dan tangis bercampur menjadi satu di antara siswa dan wali kelas.

Keputusan untuk membagi acara ini bukan tanpa alasan. Pihak sekolah sengaja mendesain acara ini agar tetap terjaga kesopanannya, terhindar dari hal-hal yang kurang pantas atau pandangan negatif dari masyarakat, namun tetap mampu menampung rasa syukur dan kebahagiaan para siswa.

Suara dari Hati: Pesan dan Kesan

Kata Kepala Sekolah, Ibu Meidy Ngantung:
“Hari ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan gerbang menuju petualangan baru yang jauh lebih besar. Kami memilih mengadakan acara dengan suasana seperti ini karena kami ingin menanamkan nilai kesederhanaan dan rasa hormat. Ijazah ini adalah bukti kerja keras kalian, namun karakter yang kalian bawa adalah bekal terpenting. Jangan pernah lupa asal-usul kalian, dan jadilah orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Terbanglah tinggi, tapi tetaplah rendah hati.”

Kesan Salah Seorang Siswa, Shereluna.
“Awalnya saya pikir acaranya akan biasa saja, tapi ternyata justru ini yang paling berkesan. Saat di kelas, kami bisa berpelukan dan berterima kasih kepada Bapak/Ibu Wali Kelas dengan lebih leluasa. Rasanya sedih sekali harus berpisah, tapi saya bangga menjadi bagian dari SMAN 8. Terima kasih untuk semua ilmu dan kenangannya, ini akan selalu kami simpan.”

Ibu Sefrida wali kelas XII J berharap,
“Melihat mereka hari ini, rasanya seperti melihat anak-anak sendiri yang siap menikah dan pergi merantau. Kami melepas kalian dengan air mata haru, namun juga dengan dada yang membusung bangga. Tetaplah saling menyapa, tetaplah solid. Kelas ini adalah rumah kedua kalian, pintu ini akan selalu terbuka untuk kalian pulang.”

Dengan suasana yang penuh kekeluargaan, acara penamatan ini sukses meninggalkan kesan mendalam. SMAN 8 Manado telah membuktikan bahwa kebahagiaan dan kesuksesan tidak harus ditunjukkan dengan kemewahan, melainkan dengan kebersamaan dan rasa syukur yang tulus.

Selamat dan sukses untuk para lulusan!

#YonF/Novri

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *