
MANADO vilennews.online – Suara sorak sorai dan semangat perjuangan memadati Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Senin (4/5/2026). Ribuan buruh dari berbagai elemen serikat pekerja turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional, menggelar aksi damai yang meriah namun tegas menyuarakan aspirasi.

Berbeda dengan tanggal resmi 1 Mei, peringatan tingkat provinsi digelar hari ini dengan antusiasme yang luar biasa. Sekitar 2.000 massa yang tergabung dalam 6 konfederasi besar hadir memenuhi area TKB, membuktikan bahwa solidaritas kaum buruh masih sangat kuat di Bumi Nyiur Melambai.

Konvoi Semarak dari Jalan Toar Aksi dimulai sejak pagi buta. Pukul 07.30 WITA, rombongan konvoi bergerak massif dari sekretariat SBSI di Jalan Toar. Irama klakson dan teriakan yel-yel menyusuri ruas jalan Garuda, Sam Ratulangi, Pierre Tendean, hingga Boulevard, sebelum akhirnya berhenti di titik akhir TKB. Massa tampil kompak mengenakan kaos seragam May Day dan mengibarkan bendera organisasi masing-masing.

Aksi konvoi ini berjalan aman dan tertib di bawah komando langsung Bapak Luky Sanger, Ketua SBSI Sulut yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Gubernur Bidang Perburuhan. 6 Tuntutan Tegas: Jangan Main-Main! Di atas panggung, perwakilan dari 6 konfederasi (SBSI, KSBSI, KASBI, KPBI, KSPI, dan SPSI) bergantian menyampaikan orasi. Suara mereka lantang menuntut kepastian hukum dan kesejahteraan.
Poin tuntutan yang diajukan sangat jelas dan nyata: 1. Cabut UU Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan yang dinilai merugikan.2. Tolak Upah Murah, segera realisasikan standar upah yang layak dan manusiawi.3. Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga agar nasib PRT juga terlindungi undang-undang.4. Hapus Sistem Outsourcing yang seringkali menjadi sumber ketidakadilan hak kerja.5. Perkuat Perlindungan bagi buruh perempuan dan buruh migran.6. Jaminan Sosial dan THR harus menjadi hak mutlak yang tidak bisa ditawar lagi.
Dengan tegas para orator menekankan pesan kepada pemerintah: “Jangan simpan aspirasi ini di dalam laci! Tindak lanjuti dengan nyata!” Respons Pemerintah: Komitmen dan Kolaborasi Peringatan kali ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan Forkopimda, mulai dari Gubernur Sulawesi Utara, Wakil Gubernur, Kapolda Sulut, Pangdam XIII/Merdeka, Danrem 131/Santiago, hingga Walikota Manado. Dalam sambutannya, Gubernur memberikan jaminan bahwa aspirasi para buruh akan didengar dan ditindaklanjuti.
Pemerintah Provinsi menegaskan tidak akan melupakan kesejahteraan pekerja di daerah ini. “Kita harus bergerak bersama. Tema kita tahun ini adalah ‘Satu Tekad, Satu Tujuan, Sehat Bersama’. Kolaborasi adalah kunci untuk mewujudkan kemajuan industri sekaligus kesejahteraan pekerja,” tegas Gubernur. Simbol Kebebasan dan Bantuan Sosial Acara ditutup dengan momen simbolis yang menyentuh. Gubernur, Kapolda, Pangdam, dan Walikota bersama-sama melepaskan 4 ekor burung ke angkasa, melambangkan harapan akan kebebasan berpendapat dan masa depan yang cerah bagi kaum buruh. Tidak hanya orasi, perhatian terhadap kesejahteraan juga dibuktikan dengan penyerahan bantuan sembako kepada perwakilan buruh. Total disiapkan 2.000 paket sembako yang merupakan bantuan dari Gubernur dan Kapolda Sulut. Ditambah lagi, layanan kesehatan gratis juga disediakan bagi umum di kompleks TKB mulai pagi hingga siang hari, membuktikan bahwa May Day bukan hanya soal tuntutan, tapi juga kepedulian sosial. (Penulis: Suwarni / Fery)
