
MANADO – Warga Lingkungan X, Desa Matungkas, kini diliputi kekecewaan dan kemarahan. Pembangunan kantor lingkungan yang digadang-gadang dibiayai dari uang saku dan swadaya murni masyarakat, kini justru berhenti di tengah jalan dan menjadi bangunan tak berbentuk yang memilukan. Proyek ini bukanlah bantuan pemerintah, melainkan hasil kerelaan warga yang menyisihkan sebagian rezekinya. Uang yang terkumpul itu bukan sekadar nominal, melainkan titipan mulia dan amanah yang dipercayakan penuh kepada pemegang mandat di lingkungan tersebut demi terwujudnya sarana administrasi yang layak.

Namun, realita berbicara lain. Bangunan yang seharusnya berdiri kokoh kini terlihat mangkrak, terbengkalai, dan tak ada kepastian kapan akan diselesaikan. Kondisi ini memicu tanda tanya besar yang tak bisa lagi dibungkam: Ke mana mengalirnya dana yang sudah dikumpulkan dari warga? Warga menilai, jika dana dikelola dengan benar dan jujur, mustahil proyek sekecil ini bisa berhenti begitu saja. Ada yang tidak beres dalam pengelolaan keuangan ini. Uang rakyat yang dikumpulkan dengan susah payah, kini seolah lenyap tak berbekas, tertinggal hanya tiang-tiang penyangga dan dinding setengah jadi yang menjadi saksi bisu kegagalan manajemen. “Kami tidak butuh alasan berbelit-belit. Kami butuh kejelasan! Ini uang kami, uang warga yang diperas dari keringat sendiri. Kalau bangunan jadi seperti ini, artinya ada yang salah dengan pengelolaannya. Jangan main-main dengan amanah rakyat!” tegas salah satu warga dengan nada tinggi. Masyarakat menuntut pertanggungjawaban total dan transparansi penuh dari panitia pembangunan yang dari informasi warga ketua panitia adalah AK yang notabene masuk dalam jajaran Komite Di salah satu Bank ternama di Sulut. Juga adalah Warga Lingkungan X Desa Matungkas Minut selaku penanggung jawab. Warga ingin melihat buku kas yang jelas, rincian belanja yang valid, dan bukti fisik yang nyata. Jangan biarkan kepercayaan ini hancur hanya karena ketidakmampuan atau ketidakjujuran mengelola dana. Apalagi ini sudah 3 tahun mangkrak nya, tegas Warga. Hingga saat ini, warga masih menunggu jawaban yang memuaskan. Jika tidak ada penjelasan yang logis dan solusi yang nyata, isu ini tidak akan berhenti sampai di sini. Kepercayaan sudah retak, dan hanya kebenaran yang bisa memperbaikinya.an yang bisa memperbaikinya.AK selaku ketua panitia saat di hubungi lewat no wa nya menyampaikan akan memberikan klarifikasi kepada warga. (Tim Redaksi)
