
MANADO, 5 SEPTEMBER 2026, Vilennews.online,- Suara alat musik tradisional, irama lagu daerah, dan keindahan tarian khas kembali menghidupkan suasana penuh kehangatan. Gelaran Festival Seni Budaya Bantik berlangsung meriah dan khidmat, bertepatan dengan peringatan wafatnya pahlawan bangsa kebanggaan Sulawesi Utara, Robert Wolter Mongisidi yang ke-77 tahun.



Kegiatan ini bukan sekadar pesta seni semata ia adalah penghormatan tulus, sekaligus janji bahwa budaya luhur dan semangat kepahlawanan tidak akan pernah pudar dari ingatan generasi penerus.
Acara ini dihadiri dan dimeriahkan oleh para tamu kehormatan dari berbagai unsur. Hadir utusan dari Kodam, Korem, serta Kolantamal. Mewakili unsur pemerintahan hadir Kepala Biro Keuangan, Bapak Clay Dondokambey, serta turut hadir mewakili Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dan Wakil Walikota Manado, Sualang.



Yang membuat suasana semakin haru dan penuh makna, turut hadir pula saudara kandung , kakak maupun adik dari Robert Wolter Mongisidi, kehadiran mereka menambah kekhidmatan peringatan ini.
Peserta parade dan barisan acara pun sungguh luar biasa: 11 Desa Bantik se-Sulawesi Utara turut hadir secara utuh, lengkap beserta seluruh pengurus dan perwakilannya. Kehadiran mereka semua menyatu dalam satu barisan, satu semangat membuktikan bahwa ikatan budaya Bantik tetap kuat, menyatu, dan hidup di seluruh penjuru tanah ini.

Pembacaan sambutan serta laporan kegiatan disampaikan oleh pihak panitia pelaksana. Dalam pesan yang disampaikan, ditekankan bahwa Robert Wolter Mongisidi bukan sekadar nama dalam buku sejarah, ia adalah simbol keberanian, cinta tanah air, dan pengorbanan tanpa pamrih. Maka, memperingatinya sekaligus menjaga seni dan budaya leluhurnya adalah wujud bakti yang paling nyata dari kita semua.
Para pejabat yang hadir pun menyampaikan apresiasi yang tinggi. Pelestarian budaya dan penghormatan terhadap pahlawan bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama dari pemerintah, tokoh adat, hingga seluruh lapisan masyarakat. Semangat Robert Wolter Mongisidi harus terus hidup, bukan dalam kata-kata, melainkan dalam persatuan dan kerja nyata membangun daerah.
Pemandangan hari itu sungguh indah: dari kesatuan militer, pemerintah, keluarga besar pahlawan, hingga perwakilan 11 Desa Bantik se-Sulut semua berdiri berdampingan, di bawah satu atap budaya, merayakan identitas yang sama dan mengenang jasa pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan kita.
Semoga semangat Robert Wolter Mongisidi terus menyala di dada setiap generasi. Dan semoga kebersamaan 11 Desa Bantik ini menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan menjaga warisan leluhur, merawat persatuan, dan mewariskannya utuh kepada anak cucu kelak.
Pewarta: Vian Lengato/Ferry
