September 13, 2026

Lahan Sempit Bukan Penghalang! Tani Merdeka Indonesia Sulut Perkuat Struktur & Konsolidasi di Kota Manado

MANADO, 5 SEPTEMBER 2026 Vilennews.online , – Di tengah keterbatasan ruang yang ada, semangat memajukan pertanian di Kota Manado tak pernah surut. Secara data, luas lahan pertanian dan perkebunan di Kota Manado tercatat sekitar 11.037,10 hektare, namun luas panen padi masih sangat kecil hanya sekitar 6 hektare dengan produksi sekitar 22 ton menurut data terbaru BPS. Wilayah pertanian pun tersebar terbatas di beberapa kecamatan seperti Mapanget, Malalayang, Bunaken, dan Wanea. Keterbatasan ini bukan alasan untuk menyerah justru menjadi tantangan sekaligus pemicu semangat untuk memaksimalkan setiap jengkal tanah yang ada. Dan di sinilah pergerakan Tani Merdeka Indonesia (TMI) DPW Sulawesi Utara melangkah masuk, memperkuat pondasi dari bawah agar visi pertanian yang mandiri dan sejahtera bisa mewujud di tanah Manado. Kali ini, rombongan DPW TMI Sulut melakukan kunjungan kerja dan konsolidasi langsung ke DPD Kota Manado. Dalam pertemuan bersama seluruh pengurus DPD Manado di Sekretariat DPD TMI Manado.

Ketua DPW TMI Sulut, Dr. Daniel Palit, SE., menegaskan: meski luas lahan pertanian di Manado jauh lebih kecil dibandingkan daerah lain, semangat untuk mengelola, merawat, dan memaksimalkan ruang yang tersedia tidak boleh kendor sedikit pun. “Lahan mungkin sempit, tapi tekad kita luas. Yang sedang kita bangun saat ini bukan sekadar program melainkan fondasi. Konsolidasi organisasi adalah langkah pertama: mematangkan struktur, menempatkan orang-orang yang tepat, dan memastikan setiap program yang kita jalankan jatuh tepat sasaran,” ujar Daniel Palit memberikan arahan. Ia pun menegaskan satu hal mendasar yang harus menjadi pegangan seluruh pengurus: program TMI adalah milik kita bersama, bukan milik satu orang. Keberhasilan diukur dari kerja kolektif, kegagalan pun menjadi tanggung jawab bersama. Tidak ada pencapaian perorangan semua lahir dari keterlibatan dan komitmen seluruh keluarga besar organisasi. Dalam pergerakan ini, seluruh roda organisasi berjalan selaras dan terstruktur.

Seluruh kegiatan operasional dan penggerak harian TMI di wilayah ini saat ini digerakkan oleh Sekretaris DPW TMI Sulut, Jack Lama, SE. dan seluruh langkahnya telah terkonfirmasi, terkoordinasi rapi dalam satu komando struktural yang utuh. Namun di balik semangat yang membara, ada satu pertanyaan besar yang menjadi tantangan sekaligus bahan evaluasi: Apakah struktur kepengurusan DPD Kota Manado sudah solid? Apakah orang-orang di dalamnya sudah tepat di tempatnya? Karena seperti kata Ketua DPW, hanya dengan struktur yang kuat dan pas, kita bisa menjadi petarung yang handal untuk menyukseskan setiap program yang direncanakan.

Pertemuan ini juga mendengar laporan perkembangan DPD Kota Manado. Kabar baiknya: Ketua DPD TMI Manado Yudha Tular bersama Sekretaris DPD Serjio Cristian Saeh, SH,M,PD dan jajarannya telah menjalin komunikasi dan pertemuan dengan dinas-dinas terkait, dan tanggapan pemerintah sangat positif, kegiatan serta keberadaan Tani Merdeka Indonesia di Kota Manado sangat didukung penuh. Kehadiran Ketua DPW Daniel Palit juga disambut antusias oleh Kelompok Tani (Poktan) di wilayah ini.

Secara khusus, para petani menyampaikan apresiasi yang mendalam atas bantuan berupa bor air yang diberikan kepada lahan pertanian di wilayah Mapanget Barat, bantuan yang dinilai sangat membantu meringankan beban dan meningkatkan produktivitas lahan mereka. Setiap pertanyaan dan harapan dari para petani dijawab langsung oleh Daniel Palit di tempat. Ia pun segera menugaskan Sekretaris DPW untuk menindaklanjuti dan memproses segala sesuatu, namun tetap dengan satu ketegasan: semua harus berjalan sesuai prosedur, aturan, dan arahan organisasi.Kegiatan konsolidasi di DPD Kota Manado ini merupakan rangkaian yang tak terputus.

Sebelumnya, tim DPW TMI Sulut telah berkeliling memperkuat organisasi di berbagai daerah:

– 1–3 September: Konsolidasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Raya

– 4 September: Berada di Kota Bitung dan Kota Tomohon

– 5 September: Melengkapi rangkaian kunjungan di Kota Manado- Sementara untuk DPD yang lain sedang dijadwalkan oleh DPW Dari ujung ke ujung wilayah Sulawesi Utara, Tani Merdeka Indonesia bergerak bukan dengan janji manis, melainkan dengan memperkuat struktur, menyatukan langkah, dan memastikan suara petani benar-benar didengar dan diperjuangkan.

Kini, mata semua pihak tertuju: dengan fondasi yang sedang diperkuat ini, kapan dan bagaimana hasil nyata akan terasa? Yang jelas, langkah awal sudah diambil dan di tangan struktur yang kuat serta kebersamaan yang utuh, masa depan pertanian di Kota Manado pun terbuka lebar.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *