Juni 1, 2026

SEMANGAT ABADI SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO: 109 TAHUN JEJAK PERJUANGAN, DEKLARASI BERSAMA MENDUKUNG GELAR PAHLAWAN NASIONAL

MANADO, Vilennews.online– Di tengah keagungan dan kesakralan Gedung Graha Bumi Beringin, segenap elemen masyarakat, para pewaris sejarah, serta para pemimpin berkumpul dalam satu nafas dan satu tekad. Tanggal 29 Mei 2026 akan tercatat sebagai hari yang penuh makna, saat kita memperingati genap 109 tahun kelahiran sosok luar biasa, Alm. Prof. Sumitro Djojohadikusumo.

Mulai pukul 09.00 pagi hingga acara berakhir, ruangan itu dipenuhi bukan hanya oleh kehadiran fisik, melainkan juga oleh semangat juang yang tak pernah padam semangat yang sama yang pernah menyala hebat dalam sejarah pergerakan Permesta.

Diprakarsai langsung oleh Ketua Umum Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP), kegiatan besar ini mengusung tema yang sangat mendalam dan bermakna: “Sumitromic dan Semangat Permesta Menuju Indonesia Raya”. Di balik tema tersebut tersimpan satu tekad bulat dan suara bersama yang tegas: dukungan penuh dan tanpa ragu untuk menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh yang pemikiran dan pengabdiannya telah melekat kuat dalam sejarah bangsa ini.

Acara bersejarah ini mendapatkan dukungan penuh dari Markas Nasional Komando Permesta Indonesia, serta dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat yang mewakili harapan dan aspirasi rakyat Sulawesi Utara. Hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulut, Jani Lukas, yang menegaskan bahwa peran dan jasa Prof. Sumitro memiliki tempat yang istimewa di hati dan pembangunan daerah ini. Turut hadir Ketua MKBP Wilayah Sulut, Philip Pantow, tokoh agama, tokoh pendidik, tokoh masyarakat, para pelaku sejarah Permesta yang masih setia menjaga kenangan, serta anak cucu pejuang yang mewarisi darah dan semangat perjuangan.

Suara persatuan pun terdengar semakin nyata dengan kehadiran berbagai organisasi masyarakat dan kekuatan sosial yang berdiri bahu-membahu: Brigade Permesta (BP), Laskar Merah Putih (LMP), Barisan Anti Korupsi (Barak), Komando Permesta Indonesia (KPI), Komando Rescue Indonesia (KRI), Bintang Pejuang Keadilan Nasional (BPKN), hingga Rukun Keluarga Sigar Maengkom (Sigma). Semua hadir sebagai satu kesatuan, membuang sekat dan perbedaan, demi menghormati sosok yang pernah menjadi pelita pemikiran dan perjuangan.

Momen pun menjadi semakin khidmat dan penuh wawasan saat empat pembicara andal menyampaikan pemikiran dan pandangan mendalam mengenai sosok dan jasa Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Mewakili keluarga besar, Kapolda Sulut Irjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. berbagi cerita dan nilai-nilai yang diwariskan, menggambarkan sosok yang tidak hanya hebat dalam pemikiran, namun juga mulia dalam hati dan karakter.Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi, Viktor Lengkong, membedah bagaimana gagasan dan pemikiran ekonomi yang disusunnya masih sangat relevan dan menjadi landasan bagi kemajuan hingga hari ini.

Ketua Umum MKBP, Philip Pantow, hadir dengan pesan yang menggetarkan hati, mengingatkan kembali bagaimana jiwa besar Sumitro menyatu erat dengan semangat Permesta yang berjuang demi keadilan, kesejahteraan, dan keutuhan bangsa.Sementara itu, Dosen Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Sam Ratulangi membawa perspektif sejarah dan kemanusiaan, yang menegaskan bahwa sosok ini adalah harta tak ternilai bagi peradaban bangsa Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana, Frangki Harahap, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Umum MKBP yang telah menggagas dan mempersatukan hati dalam acara yang luar biasa ini.

Sementara itu, Panglima Komando Permesta, Troy Kairupan, juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah bekerja keras dengan penuh ketulusan dan kesetiakawanan. “Kerjasama dan persatuan inilah yang menjadi kunci keberhasilan acara ini, persis seperti yang selalu diajarkan dan diperjuangkan oleh tokoh yang kita hormati ini,” ujarnya dengan nada penuh rasa bangga dan haru. Puncak dari seluruh rangkaian acara yang sarat emosi dan makna ini ditutup dengan doa bersama yang memohon rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, serta momen paling bersejarah: Penandatanganan Deklarasi Bersama. Di atas kertas yang menjadi saksi sejarah, nama-nama dituliskan sebagai bukti nyata dan tekad yang tak tergoyahkan bahwa, Majelis Keluarga Besar Permesta dan seluruh elemen yang hadir hari ini bersatu suara dan satu hati untuk mendukung pengukuhan Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia. Langkah ini bukan sekadar penghormatan kepada masa lalu, melainkan janji setia kepada masa depan: bahwa nilai keberanian, kecerdasan, dan pengabdian yang ditinggalkan akan terus hidup, terus dinyalakan, dan menjadi kompas bagi langkah bangsa ini menuju Indonesia Raya yang dicita-citakan.

Pewarta: S. Vian Lengato  

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *