
TANGKUNEI, MINSEL Vilennews.online– Selasa, 28 Juli 2026 Kegiatan sosialisasi program Tani Merdeka Indonesia (TMI) DPW Sulawesi Utara digelar di Desa Tangkunei, Kabupaten Minahasa Selatan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris TMI DPW Sulut, Jack Lama, SE, yang menyampaikan sejumlah fakta serta harapan dari dunia tani di desa tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, di Desa Tangkunei saat ini tercatat ada 14 kelompok tani, namun sebagian besar belum terdaftar dalam sistem resmi (simulasi).

Sampai saat ini baru Dua kelompok yang berhasil masuk ke dalam sistem tersebut. Ia juga menegaskan hubungan erat antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Tani Merdeka Indonesia. “Kebutuhan pangan nasional yang dikelola BGN sebagian besar dipasok langsung dari hasil jerih payah para petani kita. Keduanya saling berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan,” ujarnya. Harapan besar juga ditujukan bagi kelompok tani di Desa Tangkunei.



Diharapkan ke depannya kelompok yang sudah ada bisa berkembang lebih luas, sehingga ketika nanti akan ada pengembangan lahan persawahan, pengajuan bantuan maupun dukungan bisa dilakukan secara bersama-sama oleh kelompok tani yang sudah terdaftar dalam sistem.



Sementara itu, kebutuhan yang paling mendesak disampaikan para petani di sini adalah ketersediaan alat pertanian berupa hand traktor. Selama ini, mereka terpaksa menyewa alat dari daerah yang berjarak cukup jauh dari desa, sehingga biaya operasional pertanian menjadi sangat tinggi dan membebani hasil panen.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Kelompok Tani Marthen Keso serta Pdt. Hantje Wotulo selaku Ketua Kelompok Tani Desa Tangkunei, dan dari DPW Tani Ibu Anita Ezra Wakil Sekretaris, Satgas DPW Rivai Kalangi dan Yonfree Wonua Bidang Perikanan dan kelautan DPW TMI Sulut. Kegiatan ini menjadi langkah awal agar seluruh potensi pertanian di desa ini bisa terakomodir dengan baik, dan hak para untuk petani atas dukungan sarana serta program pemerintah dapat terwujud sepenuhnya.
