Oktober 31, 2026

Hening Penuh Haru, Laskar Merah Putih Sulut Peringati HUT RI ke-81 di Taman Kesatuan Bangsa Manado

MANADO, Vilennewsonline.com,- Di bawah langit yang menyelimuti Taman Kesatuan Bangsa Kota Manado, suasana terhenti sejenak, hening dan penuh kekhidmatan. Puluhan peserta berdiri tegak, dada membusung, mata menatap lurus ke depan bukan sekadar upacara biasa, melainkan sebuah penghormatan tulus kepada tanah air yang telah dibangun di atas keringat dan darah para pendahulu.

Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah Sulawesi Utara menggelar Apel Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81, sebuah momen sakral yang menyatukan beragam elemen masyarakat dalam satu nafas kebangsaan.

Upacara berlangsung dengan penuh penghayatan. Setiap langkah, setiap teguran, dan setiap pengibaran bendera seolah menjadi pengingat bahwa kemerdekaan ini bukanlah pemberian melainkan hasil perjuangan yang mahal harganya. Hadir dalam momen bersejarah ini para pimpinan organisasi masyarakat yang datang membawa semangat persatuan dari berbagai penjuru:

  • DPP Forum Ormas Bersatu, diwakili Sekjen DPP Forsa, Franky Harahap, S.E.;
  • DPP Komando Permesta Indonesia, dipimpin langsung oleh Panglima Troy Kairupan, S.Sos.;
  • Aliansi Umat Kristen Indonesia (AUKRI), dipimpin Sekretaris DPD Sulut, Pdt. Victor Manampiring;
  • Serta Forum Petani Peduli Cengkeh, yang dipimpin Denny Sorongan.

Sebagai Pembina Upacara sekaligus Ketua LMP Markas Daerah Sulut, Joppy Wonte, S.IP. berdiri tegak di hadapan seluruh peserta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para pemimpin ormas yang bersatu hati merayakan detik-detik kemerdekaan bangsa.

Namun, di penghujung upacara, suara Joppy terdengar lebih berat, lebih menyentuh sebuah pesan yang tak boleh terlupakan oleh generasi penerus:

“Kita berdiri di sini, menikmati kemerdekaan ini. Tapi ingatlah di balik setiap jengkal tanah air ini, ada jejak langkah para pejuang yang berjuang, berkorban, bahkan mengorbankan nyawa demi Indonesia. Jangan sampai kita, anak cucu mereka, melupakan sejarah itu. Jangan biarkan api semangat perjuangan padam di tangan kita.”

Suasana semakin syahdu saat Doa Kebangsaan dibawakan oleh perwakilan Badan Musyawarah Antar Agama (BAMAG) Sulawesi Utara. Doa itu bukan sekadar permohonan, melainkan janji bersama untuk menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan memastikan Indonesia tetap berdiri tegak hingga ke generasi mendatang.

Di penghujung apel, bendera Merah Putih masih berkibar gagah di angin Manado. Semua yang hadir pulang membawa satu tekad yang sama: sebagai anak bangsa, kita tidak hanya merayakan kemerdekaan, sejati nya kita wajib menjaganya. Dan acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lomba dan menjadi ajang warga berpartisipasi dengan berbagai macam lomba diantaranya, lomba karaoke lagu kebangsaan yang dilaksanakan di area lapangan pasir putih samping mantos 1 jalan bulevard Sario yang diikuti juga oleh anggota LMP Sulut dan Manado.

Pewarta: Vian Lengato/YonF

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *