
MANADO, Vilennews.online 22 JULI 2026 – Rabu sore ini, 22 Juli 2026, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono resmi dilantik menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Pemerintah memastikan Sudaryono akan memegang amanah ini secara penuh tanpa merangkap jabatan lain, sehingga dapat memfokuskan seluruh perhatian dan tenaganya memimpin lembaga tersebut. Dikenal dengan sapaan Mas Dar, Sudaryono lahir di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Grobogan pada 23 Januari 1985. Sejak muda dikenal sebagai sosok yang tangguh, cerdas, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Rekam jejaknya sangat luas, mulai dari dunia usaha, organisasi, hingga politik. Di usia 38 tahun ia dipercaya memimpin DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Sebelumnya, ia menjabat Ketua Umum APPSI, Ketua Dewan Pembina PAPERA, serta berbagai jabatan eksekutif seperti CEO Garuda TV, CEO PT Indonesian Defense and Security Technologies, hingga Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma. Kariernya dimulai tahun 2014 sebagai Corporate Secretary Nusantara Energy.
Di bidang politik, selepas menempuh pendidikan di Jepang tahun 2010, ia menjadi asisten pribadi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, kemudian menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra tahun 2020. Selama memimpin DPD Gerindra Jateng, ia menyentuh basis terbawah dengan konsolidasi hingga ke desa-desa di 29 kabupaten dan 6 kota. Kini, sebagai sosok yang dekat dengan dunia pertanian, ia juga menjabat Ketua Umum DPN HKTI periode 2025–2030 serta Ketua Dewan Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia.
LSM BARAK INDONESIA MARKAS DAERAH SULUT: PILIHAN TEPAT UNTUK MEWUJUDKAN GIZI MERATA

Menyikapi pelantikan ini, LSM BARAK Indonesia Markas Daerah Sulawesi Utara menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya. Ketua BARAK Indonesia Sulut, Hendra Tololiu, didampingi Sekretaris Meky Pangkerego dan Wakil Ketua I Rivai Kalangi, menyatakan keyakinan penuh terhadap kemampuan Sudaryono. “Penunjukan Bapak Sudaryono adalah langkah yang sangat tepat. Beliau lahir dari tanah petani, paham betul bagaimana rantai pangan bekerja, dan memiliki pengalaman memimpin berbagai lapisan masyarakat. Gabungan antara latar belakang pertanian dan kemampuan manajemen yang mumpuni adalah modal besar bagi Badan Gizi Nasional,” ujar Hendra Tololiu. Diharapkan, di bawah kepemimpinan Mas Dar, kebijakan gizi tidak hanya berhenti pada program pangan, namun terintegrasi hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat pedesaan. BARAK Indonesia Sulut juga berharap perhatian khusus diberikan pada daerah perbatasan dan kepulauan seperti Sulawesi Utara. “Kami siap berkolaborasi dalam mengawasi dan menyukseskan program-program pemerintah demi kualitas gizi masyarakat yang lebih baik,” tambah Meky Pangkerego.
ORMAS ADAT BRIGADE MANGUNI DPD MANADO: HARAPAN AGAR HASIL BUMI DAERAH MENJADI SUMBER GIZI NEGARA



Secara terpisah, Organisasi Kemasyarakatan Adat Brigade Manguni DPD Manado turut menyampaikan ucapan selamat yang disampaikan Tonaas sekaligus Ketua DPD Manado Rivai Kalangi bersama Sekretaris Yonfree Wonua beserta jajaran pengurus. “Selamat dan sukses kepada Bapak Sudaryono atas amanah baru ini. Sebagai putra daerah yang lahir di lingkungan masyarakat agraris, kami yakin Bapak paham betul bahwa gizi yang baik bermula dari hasil bumi yang melimpah dan sejahteranya petani,” ujar Rivai Kalangi. Brigade Manguni berharap kepemimpinan Sudaryono dapat menjembatani potensi pertanian daerah dengan kebutuhan pemenuhan gizi nasional. Organisasi adat ini berharap petani di daerah tidak hanya menjadi penyedia bahan pangan, namun juga mendapatkan kesejahteraan yang layak sehingga ketahanan pangan dan gizi negara dapat berjalan berkelanjutan. “Kami berharap nanti hasil pertanian Sulawesi Utara dan daerah lainnya dapat menjadi tumpuan pemenuhan gizi nasional, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat adat dan petani. Semoga Bapak Sudaryono senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan dalam mengemban tugas mulia ini,” tutup Yonfree Wonua. Dikeluarkan di Manado, 22 Juli 2026
